Rabu, 12 Maret 2014

PERIHAL ANAK YANG SHOLEH DAN SHOLEHAH


Anak merupakan anugerah Alloh SWT sekaligus amanat yang diberikan kepada setiap  orang tua, untuk dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Dalam salah satu Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa, “Tiada seorang pun yang dilahirkan pada fithrah (Islamnya), Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”.

Berdasarkan  kepada hadist ini, kita menjadi tahu betapa besar peran dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Sholeh atau sholehahnya seorang anak akan sangat ditentukan oleh seberapa jauh pendidikan akhlak, moral dan agama yang diberikan orang tua terhadap anaknya.


Sebagai orang tua setiap waktu kita berdo’a kepada Alloh SWT buat anak kita. Robbi hablii minash shoolihiin” yang artinya :Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. Sebagai orang tua hanya itulah yang kita harapkan dari anak-anak kita, semoga mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Melalui hadistnya Rasulullah saw pun pernah mengisyaratkan bahwa Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim). Hanya anak sholeh dan sholehah yang mampu tampil menjadi seorang pemimpin di masa depan, seorang pemimpin yang mampu menjadi teladan buat masyarakat, serta mampu memberi kemaslahatan bagi lingkungan di sekitarnya dan atas segala yang dipimpinnya.


Anak yang sholeh  dan sholehah mempunyai beberapa cirri-ciri diantaranya adalah : Cinta kepada Allah, Cinta kepada Muhammad SAW sebagai Nabi utusan Allah, Cinta kepada Al-Qur’an, Cinta kepada shahabat-shahabat Muhammad SAW, Cinta kepada Keluarga Rasulullah, Cinta Sholat lima, Cinta masjid,Cinta kepada kedua orang tua, Cinta kepada saudara dan semua kerabatnya, Cinta dan sayang kepada fakir miskin, anak terlantar, anak yatim, dan lain sebagainya termasuk cinta kepada tanah air, terhadap lingkungan dan juga cinta kepada sikap-sikap terpuji, seperti sikap jujur, disiplin, sabar dan tawakal. (Kang DN)

Senin, 24 Februari 2014

PEDULI ANAK YATIM




Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selawat dan salam semoga dilimpahkan Allah SWT kepada  junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, Para Sahabat dan kepada mereka para pengikutnya dari masa ke masa hingga  hari kiamat...Ya Allah Ampuni kami, Rahmati Kami, Kasihani Kami ...Amin


Melalui amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 disebutkan bahwa Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara, termasuk para yatim piatu didalamnya. Namun dengan segala keterbatasan anggaran yang dimilikinya, harus kita akui bahwa Negara tidak sepenuhnya mampu melaksanakan pasal 34 ini secara maksimal.



Semangat gerakan sabilulungan diantara semua elemen masyarakat, para aghniya, pemerintah dan berbagai kelompok peduli lainnya mutlak diperlukan guna ikut menangani masalah anak yatim, fakir miskin dan anak-anak terlantar ini.

Berkenaan dengan hal ini, saya cukup merasa terharu bercampur bangga, bahwa ternyata kepedulian tersebut masih ada dan benar-benar eksis di tengah-tengah masyarakat kita. Setidaknya hal tersebut telah dibuktikan oleh yayasan Al-Kautsar.

Disertai dengan motivasi tinggi yayasan Al- Kautsar telah meresmikan berdirinya Panti Asuhan Yatim Piatu Shafiqa Nurrohman pada hari Senin 24 Februari 2014 di komplek Graha Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, yang disertai pula dengan kegiatan Khitanan massal 40 anak, Baksos 40 Lansia dan jompo juga Tablihg Akbar oleh KH. Toto Ubaidillah HAZ S.Pd (Ponpes Bani Mukhlisin Subang).

Dengan memanfaatkan lahan yang diwakafkan oleh Bpk Dedi Suprianto, para pengurus yayasan yang diketuai oleh Prof. Dr  H Machmud Syafe’I , MA, M.Pdi dan Ketua Dewan Pembina Brigjen TNI H Marsono yang didukung pula oleh sejumlah Aghniya, mereka bersepakat untuk ikut mengasuh dan memelihara anak-anak yatim piatu dan berupaya untuk memberikan pendidikan yang layak bagi mereka, Subhanalloh , kita berdo’a semoga niatan suci mereka mendapatkan kemudahan dan barokah dari Alloh SWT.

Saya tentu atas nama pribadi dan masyarakat Kabupaten Bandung pada umumnya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih Jazakumullahu Khoiron katsiron atas inisitiaf yang sudah mereka lakukan untuk masyarakat kabupaten Bandung, diiringi harapan semoga hal ini mampu diikuti pula oleh kelompok aghniya lainnya yang ada di Kabupaten Bandung ini.     

Banyak hadist yang menerangkan betapa besar keutamaan memelihara anak yatim ini, dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan bahwa betapa besar perhatian Nabi SAW terhadap anak yatim ini, beliau selalu berpesan dan menganjurkan kepada umatnya dalam tiap keadaan untuk selalu peduli kepada anak yatim.

Nabi SAW bersabda "Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak", sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya. Dalam hadist lain riwayat Ibnu Majah Nabi SAW bersabda "Sebaik-baik rumah  tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik". Bahkan dalam QS. Al -Maun :1-3 dikatakan  “Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak  yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin “.

Melalui keteladanan yang dicontohkan  oleh segenap pengurus yayasan Al-Kautsar serta beberapa keterangan dari Al-Qur’an dan hadist Nabi SAW ini, semoga kita ikut tergerak dan terdorong untuk ikut pula terlibat dalam gerakan sabilulungan peduli anak yatim, Amiin (Kang DN)




Rabu, 08 Januari 2014

“Selamat Memasuki Tahun Baru 2014”



 H. Dadang M Naser, SH, S.Ip (Kang DN)
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh SWT, bahwasanya sampai detik ini kita masih dikaruniai panjang usia untuk bisa menghirup udara segar di tahun 2014 ini. Usia yang kita miliki ini tentunya harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk berbuat dan meraih prestasi yang lebih baik lagi di waktu mendatang.
Melalui forum ini, ingin saya sampaikan bahwasanya banyak hal yang telah kita lakukan di tahun 2013 lalu, ada capaian prestasi yang sudah kita raih, ada juga beberapa hal yang masih belum maksimal kita lakukan, yang tentunya harus kita benahi di tahun 2014.

Sampai tahun 2013 ini, kita bersyukur setidaknya ada sekitar 24 penghargaan yang sudah kita raih. Terakhir, penghargaan dari Bpk Presiden SBY mengenai kepedulian sosial yang kita terima di Makasar, walaupun penghargaan tersebut bukanlah suatu tujuan, tetapi ini menjadi bukti bahwa kinerja kita mendapatkan apresiasi dari pemerintah propinsi maupun pusat, untuk itu kinerja kita di tahun 2014 harus lebih baik lagi di banding tahun 2013.
Kita bersyukur point IPM Kabupaten Bnadung terus meningkat setiap tahun, stabilitas pun terjaga dengan baik, sehingga Kabupaten Bandung relative menarik buat para investor, Infrastruktur pun terus dibenahi, terutama jalan yang saat ini terus dibeton, fasilitas pendidikan kita benahi, anggaran desa pun kita tambah, program raksa desa secara konsisten kita terus laksanakan yang diikuti pula dengan program sabilulungan saba desa, dengan tujuan untuk mengetahui secara real dinamika pembangunan yang terjadi desa, Alhamdulillah sampai sampai detik ini proses pembangunan terus berjalan dengan baik.
 Pada forum ini, saya ingin sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, jajaran birokrasi, pimpinan dan anggota DPRD serta pihak-pihak lain yang telah ikut berkontribusi sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik.
 Terima kasih pula kepada para kepala desa, para tokoh ormas, pemuda, ulama, para ketua BPD, LKMD, para ketua RT dan RW yang telah mendukung semua program pemerintah, semoga di tahun 2014 ini, sinergitas yang telah berjalan ini, bisa terus di tingkatkan.
Dalam perspektif Islam, waktu adalah ruang ibadah, sehinga untung dan ruginya kehidupan manusia dipandang dari sejauh mana kita mampu memanfaatkannya, apakah waktu yang dikaruniakan kepada kita dimanfaatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT sebagai sang penguasa waktu, ataukah kita habiskan berdasarkan perspektif nafsu kita semata.
Dalam Al Quran Surah Al Ashri, Allah SWT berfirman : “Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran”. Di tahun 20141 ini marilah kita berkomitmen untuk memperbaiki kualitas kerja kita, baik dalam konteks hablumminallah maupun hablumminannas. 
Kita renungkan kembali perjalanan diri kita dalam rentang waktu yang telah kita lewati ini.
Terakhir, saya sampaikan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, apabila selama tahun 2013 kemarin masih banyak yang masih kurang , mudah-mudahan di tahun 2014 akan lebih baik lagi.
Selamat memasuki gerbang tahun baru 2014…………!!! (Kang DN)